Updates from February, 2009 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • ibadmenulis 3:16 pm on February 18, 2009 Permalink | Reply  

    Sejenak berevaluasi dan berkalkulasi 

    Daripada Abu Musa: Seorang Badwi datang kepada Nabi SAW lalu berkata: “Wahai Rasulullah, ada seorang lelaki berperang demi harta rampasan, ada yang berperang supaya dirinya disebut-sebut orang sebagai pahlawan dan ada pula berperang supaya dilihat kedudukannya, dalam riwayat lain; Ada yang berperang kerana keberanian; ada yang berperang kerana membela keluarga dan suku kaumnya. Dalam riwayat lain; Ada yang berperang kerana kemarahan, maka siapakah di antara mereka yang dikatakan berjuang di jalan Allah? Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang berperang demi tertegaknya kalimah Allah yang tinggi maka dia sudah berjuang di jalan Allah.” (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)

    Pastikan hanya kerana Allah.

    Bukan kerana menjaga maruah graduan Australia.

    Bukan kerana takut orang kata tak buat kerja.

    Bukan kerana nak orang melihat sebagai pemberani.

    Semuanya…
    hanya kerana Allah SWT.

    Advertisements
     
  • ibadmenulis 8:27 am on November 6, 2008 Permalink | Reply  

    Being realistic 

    Just read the title line, and honestly do tell me what comes into your mind?

    What is realistic?

    2+2 = 4        :is this realistic?
    A=B, B=C      :A=C?

    in this world we have something that is called Sunnatullah.

    Whoever strives for something, then he will get it…

    …by Allah’s will.

    How do we judge something is really-really important. ONLY judge with Allah’s “grading system” alright?

    A+ doesn’t go to someone with a very handsome look + a very ugly manner.

    and yes, you are not failing if your skin are not white + your manner is a beauty.

    When you work on something, and you earn good results, it is the best for you to ONLY take that victory as something that Allah has given upon you. It is not something that is truly yours. It is from Allah. We just borrowed the victory, and definitely something has to be done immediately (yakni syukur with tongues, actions, and hearts).

    Let us look at another situation:

    The Battle of Badr:

    ring any bell? 300+ mukmin with asSabr (patience), against 1000+ musyrikin. how do we judge that if it’s happening to us today?

    “are you out of your mind?I’m not going to be able to pass this subject! It’s too hard man. I have missed so many lectures, (busy completing assignments+lectures are not so interesting) and there are so many things to catch up. THIS IS NOT POSSIBLE!”

    and yet Subhanallah, Allah give the victory to those that he Want to.

    wa tarzuqu man tashaa’ : And You give wealth and sustenance to whom You will.

    Say (O Muhammad SAW): “O Allah! Possessor of the kingdom, You give the kingdom to whom You will, and You take the kingdom from whom You will, and You endue with honour whom You will, and You humiliate whom You will. In Your Hand is the good. Verily, You are Able to do all things. (Ali-Imran:26)

    The Battle of Yarmuk: Muslims numbered some 40,000, whilst the Romans 200,000
    Results: It was this important battle that saw the decline of the Roman Empire

    The Battle of Hunayn: i knew you guys are seeing this one coming.

    Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai. (At-Taubah:25)

    Muslims: 12000
    Musyrikin: 4000

    and yet it is not like what we usually expect.

    “hehe. looks like everythings good. studied 12 hours today. so this week ive got about 84 hours of study. I AM NOT GOING TO FAIL TOMORROW’S EXAM.”

    It is very important that we put our trust in Allah, and believe that He is the only Provider.

    Last but not least, I present you this hadith, that should open up our mind towards the word “realistic”:

    “Jika Kiamat datang, sementara di tangan salah seorang diantaramu ada sebuah biji Kurma, lalu ia mempunyai kesempatan untuk menanamnya sebelum Kiamat terjadi, maka hendaklah ia tanamkan, karena dengan demikian ia akan mendapatkan pahala.”

    (Hadits ini ditakhrij oleh Ali bin Abdil ‘Aziz dalam al-Muntakhab dengan isnad yang hasan dari Anas ra;. Lihat juga Kitab ‘umdatul qari’ fi syarhin shahihil Bukhari oleh Syaikh Badaruddin al ‘Aini, bab al-Hartsu waz Zira’ah)

    There you have it. This is a paradigm that can only be seen by a muslim. Don’t get caught by our human judgment.

    Just Do It — and Tawakkal 🙂

     
  • ibadmenulis 12:44 pm on October 27, 2008 Permalink | Reply
    Tags:   

    the chicken and egg 

    in order to get a job, you need a visa
    in order to get a visa, you need work experience i.e. job

    to get the first job, most of them say we need experience people only
    to get the experience yes of course we need a job

    my friend’s dad told me once about the importance of being one-mindedness. whenever you decide something, please stick to it and don’t easily give up. i thought about it, and added that this can be applied if that something is a right thing to do and the judgement that you made for it is base on the correct source (quran and sunnah).

    it’s not about whether the chicken or the egg that comes out first. it’s about what you do to get either one of them as a start. get the chicken and you will have the egg. get the egg, and there you have the chicken. if you think too much, without doing anything, you won’t go anywhere. and then people start asking me how can you get either one of them?

    Here’s the answer: pray, think, pray, plan, pray, execute, and pray

    notice that i didn’t include any complaints, relax, being lazy and et cetera as part of the answer.

    most of the time, things seems so difficult, and you can hardly see the solution. but subhanallah, Allah is always there with His blessings. just keep praying bro. Allah is just a prayer away.

     
  • ibadmenulis 2:01 am on October 3, 2008 Permalink | Reply
    Tags:   

    it’s almost there… 

    sometimes, if not always, we strive to get something we want, but it seems to be so near, and yet so far. that’s what i felt in my job hunting, and some other things happening around me. when this happens to one of you guys out there, it’s really up to us to look at it in what perspective. how do you see yourself really determine how people see you. for best results, i suggest you look at it this way…

    you work very hard to get it. and after all those effort, you earn the fruits. or, you might work really slow and lazy, and easily get it. i can guarantee, the latter fruits produced will be easily slipped out of your hand in no time.

    why? because we hardly appreciate something that we easily obtained. this is the nature (fitrah) of human. you all knew this already so i don’t really need to elaborate more on this.

    so my dear brothers and sisters, i’m telling you this. everytime you feel something is almost in your grasp, and you are about to grab it, but eventually failed, please don’t give up. just KEEP trying, and KEEP praying. because Allah, He never fails His Promise. If He didn’t give you what you really want, He truly has something far more better for His ibaad (slaves). hehe. seriously.

     
  • ibadmenulis 12:52 am on August 28, 2008 Permalink | Reply  

    peringatan dari Allah 

    semalam saya menghadiri majlis pengkebumian adik seorang sahabat sewaktu di kolej dahulu. Innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun… Allah menjemputnya diwaktu usianya sekitar 20 tahun. Semoga rohnya ditempatkan di kalangan para nabi, para syuhada, para sodiqin dan solihin. Amin ya rabbal ‘alamin.

    setiap insan pasti

    akan merasakan maut

    bersediakah kita?

     
  • ibadmenulis 12:42 am on August 28, 2008 Permalink | Reply  

    optimis 

    Telah saya katakan pada entri sebelum ini. daie harus bersikap optimis. saya menghadiri sebuah ceramah yang dianjurkan oleh salah sebuah organisasi islam tempatan di kawasan saya, dan amat tertarik dengan isi penyampaian (dan juga peribadi) penceramah. Pada sesi soal jawab, salah seorang dari para hadirin telah bertanya, tentang bagaimana menghadapi tragedi dan menjadi lebih yakin dalam hidup.

    Jawapan beliau cukup mudah.

    Optimis sajalah.

    ya’ni yakin dan melihat sisi kebaikan yang ada pada setiap perkara. menjadi positive-thinker.

    inilah akhlak muslim sebenarnya. optimisnya Rasulullah SAW tatkala muslimin dalam kegelisahan khandaq, terus sahaja memberikan cahaya harapan kemenangan islam ke atas salah satu Rom di dunia ini.

    lalu bagaimana kita, bila menghadapi kesulitan?

    Optimislah!!!

     
  • ibadmenulis 1:20 pm on July 25, 2008 Permalink | Reply  

    ego 

    ego

    ego

    tiga pemusnah yang dikatakan dalam sebuah hadis rasulullah saw adalah sifat kedekut, hawa nafsu, dan ujub.

    ego adalah kerana menurutkan hawa nafsu. ia satu masalah besar jika ada pada diri kita.

    persoalannya, bagaimana membuangnya?

     
    • tatmni 10:38 pm on July 28, 2008 Permalink | Reply

      nak buang ego?
      bile kite rase tgh ego….cepat2 cube hilang2 sket2..
      insyaAllah lame2 akn makin hilang dan hilang

    • rabi ibn amir 12:38 am on August 5, 2008 Permalink | Reply

      senang je..byk basuh toilet,insya Allah dapat mendidik ego kita..utk terus merendahkan diri….mould remover ada di dlm almari 😀

  • ibadmenulis 12:33 pm on May 31, 2008 Permalink | Reply  

    Obses 

    Bismillahirrahmaanirrahiim..

    Ziarah ke rumah sahabat tadi terasakan amat berharga. Seperti detik2 yang selainnya, bila hati disapa hidayah, syukur setinggi2nya pada Allah Yang Maha Esa. Perbualan saya dengan sahabat saya alhamdulillah banyak memberikan feedback tentang di mana kini saya berada dan apa yang perlu saya buat untuk ummat ini seterusnya.

    Sejak akhir2 ini saya terfikir juga, mengapa saya melakukan sesuatu kerja. Jawapan mudah (untuk dikata tapi sukar untuk dilaksana), tentulah untuk Allah SWT. Namun setakat mana kita benar2 menghayati pekerjaan itu sebagai suatu tanggungjawab daripada Allah SWT. Inilah antara topik2 yang kami bincangkan sepanjang perjalanan lebih 45 minit tadi.

    Apakah obsesi kita pada masa ini, detik ini, saat ini? Tanya diri anda, pilihlah jawapan anda, lakukan dan koreksi apa yang sepatutnya:

    1. Study saya
    2. Keluarga saya
    3. Duit saya
    4. Periuk nasi saya
    5. Scholar saya
    6. Karier saya
    7. Dakwah (saya?)

    Katakanlah (Wahai Muhammad): “Jika bapa-bapa kamu, dan anak-anak kamu, dan saudara-saudara kamu, dan isteri-isteri (atau suami-suami) kamu, dan kaum keluarga kamu, dan harta benda Yang kamu usahakan, dan perniagaan Yang kamu bimbang akan merosot, dan rumah-rumah tempat tinggal Yang kamu sukai, – (jika semuanya itu) menjadi perkara-perkara Yang kamu cintai lebih daripada Allah dan RasulNya dan (daripada) berjihad untuk ugamaNya, maka tunggulah sehingga Allah mendatangkan keputusanNya (azab seksaNya); kerana Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang Yang fasik (derhaka). (At-Taubah:24)

    Saya menyeru diri saya dan anda semua untuk berfikir secara kritikal, apakah yang kita faham dengan obses. Sekiranya kita obses dengan study kita. Apakah manfiestasinya?

    Obses Study:

    1. Tidak sabar untuk ke lecture esok pagi walaupun slot isnin jam 9 pagi.
    2. Setelah tamat satu chapter textbook yang kita baca, tidak sabar untuk ke chapter seterusnya, sehingga tidak dapat tidur malam kerana tidak mengetahui apakah isi kandungan chapter seterusnya.
    3. Menyiapkan past year paper subjek yang akan diambil pada semester hadapan.
    4. Memberikan material tambahan kepada tutor seperti petikan-petikan berkaitan topik terkait subjek semasa tutorial sebagai alat bantu mengajar dan untuk memberikan kefahaman lebih kepada ahli2 tutorial yang lain
    5. Menyiapkan assignment yang diberikan lalu meneruskan dengan assignment2 subjek yang sama dari laman web universiti lain.

    Ya.. mungkin nampak agak extreme. Tapi bagi saya untuk anda jadi pelajar yang cemerlang, ini tidaklah extreme, dan berlaku pun pada sesetengah pelajar kita.

    Sekarang mari kita lihat bagaimana pula jika kita obses dengan dakwah?

    Disclaimer: saya tidak mengatakan dakwah dan study suatu perkara yang jelas terpisah. Tapi saya berharap para pengunjung blog sudah cukup dewasa untuk membezakan definisi dakwah yang cuba saya maksudkan di sini. Study = wasilah/alat; Dakwah = ghayah/matlamat

    Obses Dakwah:

    1. Sukar untuk tidur malam kerana memikirkan sahabat/mad’u kita yang memerlukan bimbingan kita
    2. Berusaha sedaya upaya untuk merealisasikan hadis ‘Tidak beriman seseorang itu sehingga dia mengasihi sahabatnya sebagaimana dia mengasihi dirinya sendiri’. Banyakkan memberi, kurangkan menerima/meminta
    3. Tidak sabar untuk menghadiri sesi-sesi atau kelas-kelas secara berkala untuk kita duduk beriman sejenak, lantas bersegera melakukan segala persediaan yang terkait, seperti melakukan pra-pembacaan bahan dengan rapi, dan sebagainya
    4. Setelah tamat satu chapter buku yang kita baca, tidak sabar untuk ke chapter seterusnya, sehingga tidak dapat tidur malam kerana tidak mengetahui apakah isi kandungan chapter seterusnya. (novel2 cerpen islami tidak termasuk dalam kategori ini)
    5. Bukan sekadar menziarahi ‘touch-n-go’ sahabat dan mad’u, akan tetapi kita ‘hidup’ bersama mereka.
    6. Melakukan kajian eksternal terhadap bacaan berkala dan mencari sebanyak mungkin sumber2 dari pelbagai buku
    7. Bersemangat melaksanakan mas’uliyyah (tgjwb) yang diberikan. Tanam dalam diri rasa tanggungjawab, responsibilities, dan accountability atas perkara yang telah dipertanggungjawabkan. Buat bukan kerana disuruh, tetapi kerana perlu menyelamatkan ummat.
    8. Tidak sabar menunggu saat kita dapat berkhalwat dengan Allah SWT ketika berqiamullail. Pagi yang dilalui dipenuhi dengan anticipation untuk hadir ke saat malam menjelma agar diri dapat bangun bertahajjud meminta pengampunan daripada Allah SWT.
    9. dan banyak lagi yang saya rasa kita mampu tuliskan lagi…

    Nahnu Qaumul Amaliyyun. Kita kaum yang praktikal. Obseslah dengan dakwah mu, kemudian obseslah dengan wasilah2mu. Perkukuhkan dasar… insyaAllah mudah untuk menyempurnakan wasilah… (e.g. sayangilah dakwahmu, maka sayangmu pada studymu, keluargamu, duitmu, periuk nasimu, scholarmu, dan kariermu akan dipelihara oleh Allah SWT dari sebarang penyelewengan insyaAllah).

     
    • Awe 10:17 am on June 14, 2008 Permalink | Reply

      Salam…menarik….moga terus beramal =)

  • ibadmenulis 8:33 am on May 24, 2008 Permalink | Reply  

    Painter – Day 3 and onwards 

    Saya rasa setakat tu dulu untuk pengajaran sebagai tukang cat. Hari ini sudah lebih dua bulan saya masih di sini. Kerja tak dapat lagi. Interview pun baru dua kali. Haritu ketemu dengan seorang ikhwah dari indonesia, sudah pun berPR di sini. Katanya pada saya:

    Saya mula-mula cari kerja di sini hampir 10 kali interview

    “Oh, 10 interview?banyaknya!”

    Ya, pada kali yang kesepuluh, tiba2 saya dapat call, dia terima saya, terus saja saya sujud syukur

    “Alhamdulillah…”

    Hm. fikir saya, 10 kali baru dapat kerja. Saya baru dua kali. Baru dua bulan lebih. Tapi kadang2 hati dah pun dah mula membisik. Saya tahu semua ini syaitan. Tapi tahu atau tidak itu satu persoalan. Persoalan yang lain adalah mampu atau tidak untuk saya terus bertahan. Kadang2 ada juga terasa “hai rasanya aku memang takleh go la dengan softeng ni. pegi interview tak perform sangat. Experience takde sgt”

    Of course la bila kita nak bercerita sesuatu yang kita tak betul2 hayati dan kuasai, segalanya seakan2 palsu dan dibuat2. Saya merasakan mungkin itu yang sering berlaku sewaktu temuduga. Semoga Allah permudahkan urusan kita semua.

     
    • bait2perjuangan 12:33 pm on May 24, 2008 Permalink | Reply

      semoga anda terus thabat. ana doakan. satu perkara baru untuk tempuhi. anda ibarat melalui satu kawasan yg penuh lalang. anda org pertama yg melaluinya. anda perlu menebasnya terlebih dahulu bg laluan org kemudian. pahalanya, masyaAllah hanya Allah yg tahu….

    • ibadmenulis 1:01 pm on May 24, 2008 Permalink | Reply

      jzkk.

    • me 10:09 am on May 28, 2008 Permalink | Reply

      Salam,

      Saya cuma nak bg cadangan untuk mendapatkan pendapatan sambilan sebelum anda mendapat pekerjaan tetap.Saya berharap Allah akan mudahkan rezeki untuk anda iA.

      Saya ada terbaca di satu website ttg cara yg agak mudah untuk mendapatkan duit di internet. Memandangkan anda adlh graduate Soft eng dan agak ok dgn selok belok internet, saya cadangkan anda mencubanya. Mudah-mudahan wang ini akan membantu kerja dakwah anda. Matlamat di sini adalah untuk mendapatkan wang yang halal bukan untuk menjadi jutawan dan gila duit seperti yg difokuskan dalam artikel yg bakal saya paste di bwh.

      RM450 Sehari Dengan Menjual Sehelai Kertas!

      Tiada yang yang lebih baik dengan menjana RM450 sehari dengan hanya menjual sehelai kertas?
      Bagaimana pula jika juga tidak perlu mengepos kertas tersebut, sebaliknya boleh dimuat turun
      (download) daripada internet? Ianya adalah kisah benar! Ini kisah bagaimana sesorang telah
      melakukannya dan anda juga boleh meniru teknik beliau!
      Perkara begini mungkin masih belum lagi popular di Malaysia atau Brunei, tetapi saya percaya ianya akan menjadi hangat sedikit masa lagi. Bukankah ini masanya untuk anda membuat
      persediaan?

      Apa yang anda perlukan ialah satu produk yang anda benar-benar seronok. Satu contoh yang boleh
      saya berikan ialah http://www.instantsalesletter.com yang dipopularkan oleh Yanik Silver. Laman web
      ini menawarkan contoh-contoh surat profesional yang digunakan oleh ahli-ahli perniagaan. Katakan
      anda mempunyai restoran, anda boleh memilih surat daripada kategori restoran. Anda hanya perlu
      membuat sedikit perubahan dan poskan terus kepada bakal pelanggan anda, dan tanpa anda ketahui
      orang akan berebut-rebut datang ke restoran anda.
      Laman web tersebut sungguh simple, dengan hanya satu mukasurat tanpa gambar langsung.
      Apabila anda pergi melawat laman web tersebut, anda akan melihat satu surat jualan profesional.
      Jika anda berminat dengan produk yang ditawarkan, anda boleh membeli secara terus dengan
      menggunakan kad kredit dan dalam beberapa saat sahaja anda sudah boleh membaca produk
      tersebut!
      Perkara yang menakjubkan ialah laman web tersebut setakat ini sudah menjana RM450 sehari dan
      kini jualannya telah mencecah RM500,000!
      Idea yang bijak bukan?
      Perkara yang menariknya ialah anda tidak perlu membuat salinan buku, ianya boleh dimuat terus
      daripada internet. Bayaran anda pula akan didepositkan terus kedalam akaun bank anda.
      Apa yang boleh anda buat dengan idea diatas?

      Banyak maklumat yang boleh anda jual, antaranya:
      · Resepi-resipi makanan
      · Buku sekolah
      · Cara membuat hiasan dalaman
      · Teknik menganyam / kraftangan
      · Cara menanam pokok bunga

      Cadangan: Anda mempunyai bakat melukis kartun,apa salahnya anda mencuba?

      Selamat berusaha. Semoga dipermudahkan segala urusan.Moga dakwah di sana terus berkembang mekar iA.

    • nuurhakeem 2:36 am on May 31, 2008 Permalink | Reply

      salam ciki ibad,
      its me!
      masak2 la ciki. nasi “ambeng”.
      rasanya xde org jual lagi nie.
      be tough and get closer to Him
      jangan putus berdoa.
      =].take care.

    • ibadmenulis 12:53 pm on May 31, 2008 Permalink | Reply

      nuurhakeem. hujung tahun ni kita nak jaulah ke mana? tganu, perlis, borneo? hehe. nta kene mintak cuti la.

    • nuurhakeem 2:31 am on June 2, 2008 Permalink | Reply

      hujung tahun nie saya ada jaulah istimewa.insya Allah akan mintak cuti…. :wink:x2.

  • ibadmenulis 2:33 am on February 29, 2008 Permalink | Reply  

    Evaluasi 

    shellUntuk merealisasikan matlamat sesebuah organisasi, adalah amat penting untuk memiliki aset yang amat berkualiti. Dalam mana2 organisasi pun, ana yakin kita semua setuju bahawa insan adalah aset terpenting. Maka, memiliki insan yang berkualiti tinggi dalam sesebuah organisasi adalah sesuatu yang amat2 diimpikan.

    Persoalannya, apakah kayu ukur kualiti insan?

    Seperti biasa, ana tidak akan mengolah panjang, hanya melontar2 idea, bacaan dan pengalaman:

    • jika kita melihat 10 muwasofat tarbiyyah, maka itu sebenarnya sudah merangkumi perincian2 yang diletakkan oleh kebanyakan HR syarikat2 yang ada.
    • semalam sahabat saya memberikan borang evaluasi temuduga Shell, dan mereka (Shell) telah meletakkan kayu ukur (band) bagi setiap markah (1 untuk kurg potensi, dan 5 utk yg cemerlang).
    • Saya meneliti ciri2 yang ada, dan dapat dilihat, semua kriteria band 5, menghendaki calon untuk memiliki zatiyyah yang tinggi jika ingin menjadi sebahagian dari anak saraan Shell. Contohnya:
      • Relationship aspect: calon hendaklah meminta konsultasi secara aktif dengan orang lain, dan juga mengadakan kenalan baru untuk memajukan lagi pembangunan projek.
      • Relationship aspect: menangani perbezaan keperluan orang lain, dan juga mengantisipasi (bersedia) untuk menghadapi perbezaan keperluan yang belum lagi ditempuhi agar teknik yang diambil bersesuaian dengan pelbagai jenis orang
      • Technical aspect: kefahaman yang mendalam dan menyeluruh terhadap prinsip2 teknikal di dalam dan sekitar ruang lingkup pekerjaan

    Jadi sahabat, islam adalah suatu sistem (lebih dari sebuah sistem, ia adalah ad-din) yang agung. Untuk menegakkanya di dalam masyarakat, pastinya memerlukan aset2 yang berkualiti, malah sepatutnya lebih dari yang diperlukan dalam syarikat2 besar dunia, kerana matlamat islam lebih agung dan mulia.

    (Al-Faatihah:2)

    …. untuk seluruh alam….

    Wallahu’alam…

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel