Updates from November, 2008 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • ibadmenulis 11:30 pm on November 16, 2008 Permalink | Reply  

    Harga Sebuah Transaksi 


    Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (Al-Baqarah:214)

    Setiap Muslim akan semakin dekat mencapai tujuan yang diperintahkan Allah kepadanya bilamana ia semakin berat menghadapi penganiayaan, atau mati syahid di tengah perjuangannya.

    Oleh sebab itu, seorang Muslim tidak patut berputus asa apabila menghadapi penderitaan atau cubaan berat. Bahkan dia harus semakin optimis terhadap kemenangan apabila dalam perjuangannya mewujudkan perintah Allah tersebut, semakin banyak ia menghadapi cubaan dan penyiksaan.

    Itulah sebabnya mengapa Rasulullah saw pernah menyampaikan berita gembira bahawa Allah akan menaklukkan negeri Persia dan Romawi kepada mereka. Sungguhpun demikian, kedua imperium tersebut baru dapat ditaklukkan setelah wafat Rasulullah saw. Adalah sesuai dengan kemuliaan Rasulullah saw di sisi Allah, jika Allah menaklukkan negeri-negeri tersebut di masa pemerintahan Rasulullah saw di bawah pimpinannya secara langsung bukan oleh salah seorang pengikutnya. Tetapi, sesungguhnya kemenangan itu berkaitan dengan ketetapan dan sunnatullah yang disebutkan di atas.

    Kaum Muslimin semasa hidup Rasulullah saw belum “membayar” sepenuhnya “harga” kemenangan mereka di Syam dan Iraq. Sebelum kemenangan, “harga” itu harus dibayar sepenuhnya. Ya, mereka harus membayar harga kemenangan itu terlebih dahulu, sungguhpun Rasulullah saw ada di tengah-tengah mereka. Terbukanya dan tertaklukkannya suatu negeri tidak berkaitan dengan nama Rasulullah saw atau harus di bawah pimpinannya (walaupun dengan kecintaan Allah yang begitu besar kepada Rasulullah saw). Tetapi masalahnya ialah, bahawa kaum Muslim yang telah berbai’at kepada Allah dan Rasulnya itu harus membuktikan kebenaran bai’at (janji setia) mereka, dan membuktikan kebenaran janji mereka kepada Allah setelah mereka menandatangani “transaksi jual-beli” dengan Allah di bawah firman-Nya:

    Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (At-Taubah:111)

    Dipetik dari: Sirah Nabawiyah: Kajian Mendalam Manhaj Gerakan Islam Pada Masa Rasulullah saw oleh Dr. Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthy (Fiqhus Sirah: Dirasat Minhajiah Ilmiyah Li-Siratil Musthafa Alaihi Shalatu Wa-Salam)

    Advertisements
     
    • JHaZKiTaRo 10:49 pm on November 27, 2008 Permalink | Reply

      salam dari Dublin.. pekaba?? saje2 bloghopping, terhop ke sini pulak.. anyway, kalau rajin, dtg laa jenguk2 blog hamba.. 🙂

    • tomodachi 1:04 pm on May 10, 2010 Permalink | Reply

      minta izin copy paste~ jzk

  • ibadmenulis 8:27 am on November 6, 2008 Permalink | Reply  

    Being realistic 

    Just read the title line, and honestly do tell me what comes into your mind?

    What is realistic?

    2+2 = 4        :is this realistic?
    A=B, B=C      :A=C?

    in this world we have something that is called Sunnatullah.

    Whoever strives for something, then he will get it…

    …by Allah’s will.

    How do we judge something is really-really important. ONLY judge with Allah’s “grading system” alright?

    A+ doesn’t go to someone with a very handsome look + a very ugly manner.

    and yes, you are not failing if your skin are not white + your manner is a beauty.

    When you work on something, and you earn good results, it is the best for you to ONLY take that victory as something that Allah has given upon you. It is not something that is truly yours. It is from Allah. We just borrowed the victory, and definitely something has to be done immediately (yakni syukur with tongues, actions, and hearts).

    Let us look at another situation:

    The Battle of Badr:

    ring any bell? 300+ mukmin with asSabr (patience), against 1000+ musyrikin. how do we judge that if it’s happening to us today?

    “are you out of your mind?I’m not going to be able to pass this subject! It’s too hard man. I have missed so many lectures, (busy completing assignments+lectures are not so interesting) and there are so many things to catch up. THIS IS NOT POSSIBLE!”

    and yet Subhanallah, Allah give the victory to those that he Want to.

    wa tarzuqu man tashaa’ : And You give wealth and sustenance to whom You will.

    Say (O Muhammad SAW): “O Allah! Possessor of the kingdom, You give the kingdom to whom You will, and You take the kingdom from whom You will, and You endue with honour whom You will, and You humiliate whom You will. In Your Hand is the good. Verily, You are Able to do all things. (Ali-Imran:26)

    The Battle of Yarmuk: Muslims numbered some 40,000, whilst the Romans 200,000
    Results: It was this important battle that saw the decline of the Roman Empire

    The Battle of Hunayn: i knew you guys are seeing this one coming.

    Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai. (At-Taubah:25)

    Muslims: 12000
    Musyrikin: 4000

    and yet it is not like what we usually expect.

    “hehe. looks like everythings good. studied 12 hours today. so this week ive got about 84 hours of study. I AM NOT GOING TO FAIL TOMORROW’S EXAM.”

    It is very important that we put our trust in Allah, and believe that He is the only Provider.

    Last but not least, I present you this hadith, that should open up our mind towards the word “realistic”:

    “Jika Kiamat datang, sementara di tangan salah seorang diantaramu ada sebuah biji Kurma, lalu ia mempunyai kesempatan untuk menanamnya sebelum Kiamat terjadi, maka hendaklah ia tanamkan, karena dengan demikian ia akan mendapatkan pahala.”

    (Hadits ini ditakhrij oleh Ali bin Abdil ‘Aziz dalam al-Muntakhab dengan isnad yang hasan dari Anas ra;. Lihat juga Kitab ‘umdatul qari’ fi syarhin shahihil Bukhari oleh Syaikh Badaruddin al ‘Aini, bab al-Hartsu waz Zira’ah)

    There you have it. This is a paradigm that can only be seen by a muslim. Don’t get caught by our human judgment.

    Just Do It — and Tawakkal 🙂

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel